🐕ShibaWorld
Masuk

Mengimpor Shiba Inu dari Jepang ke UE: Panduan Lengkap

· Updated 25 Juni 2026· 3 menit baca

Ya, Anda bisa mengimpor Shiba Inu dari Jepang ke UE, tetapi Anda harus mengikuti skema perjalanan PETS milik UE (microchip, vaksinasi rabies, sertifikat kesehatan UE) dan bersiap menghadapi waktu tunggu 6–12 bulan, total biaya €3.000–€8.000, serta masa tunggu 21 hari setelah kedatangan sebelum melintas ke negara UE lain jika masuk melalui negara yang tidak列入 seperti Jepang.

Mengimpor Shiba Inu dari Jepang ke UE: Panduan Lengkap

Mengimpor Shiba Inu dari Jepang ke Uni Eropa sepenuhnya legal dan semakin populer di kalangan penggemar yang menginginkan anjing dari garis darah NIPPO atau AKIHO yang autentik. Prosesnya diatur oleh undang-undang kesehatan hewan UE dan memerlukan perencanaan yang matang dalam tiga tahap utama: memilih breeder Jepang yang bereputasi baik, menyelesaikan dokumen ekspor di Jepang, dan memenuhi persyaratan bea cukai serta PETS saat tiba di UE. Harapkan total waktu 6–12 bulan dari kontak pertama hingga membawa pulang anak anjing Anda, dengan anggaran total €3.000–€8.000.

Memilih Breeder Jepang yang Bereputasi Baik

Sebagian besar pembeli internasional bekerja sama dengan kennel yang terdaftar di NIPPO (Nihon Ken Hozonkai), AKIHO (Akita Inu Hozonkai, meski berfokus pada Akita), atau Japan Kennel Club (JKC). Breeder yang terpercaya akan:

  • Melakukan tes kesehatan pada induk untuk displasia pinggul, luxasi patela, dan kondisi mata (PRA, glaukoma)
  • Menyediakan silsilah multi-generasi dalam bahasa Inggris atau dengan terjemahan tersertifikasi
  • Mengizinkan panggilan video dan kunjungan langsung
  • Tidak melepas anak anjing sebelum usia 10–12 minggu
  • Menyediakan catatan vaksinasi dan obat cacing yang siap untuk ekspor

Hindari broker dan toko hewan peliharaan. Kontak langsung dengan kennel mengurangi biaya dan memastikan transparansi. Harga khas breeder Jepang untuk Shiba kualitas peliharaan berkisar ¥300.000–¥600.000 (sekitar €1.800–€3.600).

Persiapan Ekspor di Jepang

Breeder atau agen ekspor hewan peliharaan khusus menangani:

  • Pemasangan microchip (ISO 15 digit, wajib)
  • Vaksinasi rabies (hanya vaksin inaktif, diberikan setelah microchip)
  • Tes titer rabies (FAVN/RNA) — diwajibkan oleh UE meskipun Jepang adalah negara yang terkendali rabies
  • Penerbitan Sertifikat Kesehatan UE oleh dokter hewan pemerintah Jepang
  • Pengesahan setara USDA melalui Animal Quarantine Service Jepang

Titer rabies harus menunjukkan ≥0,5 IU/ml dan diambil setidaknya 30 hari setelah vaksinasi, dengan masa tunggu 3 bulan dari pengambilan darah hingga masuk UE. Masa tunggu ini adalah satu-satunya alasan terbesar mengapa proses memakan waktu 6+ bulan.

Masuk UE dan Pengurusan Bea Cukai

Anda memiliki dua opsi masuk:

  1. Melalui transit negara ketiga yang列入 (misalnya Singapura, UEA): Mengurangi masa tunggu rabies 3 bulan, tetapi menambah kompleksitas transit.
  2. Langsung dari Jepang melalui Border Inspection Post (BIP) UE yang ditunjuk: Jepang tidak termasuk dalam daftar negara "listed" UE, artinya masuk secara teknis hanya diizinkan melalui bandara-bandara yang disetujui di negara transit yang listed, ATAU melalui rute PETS non-komersial dengan masa tunggu penuh yang telah dipenuhi.

Setelah kedatangan di bandara masuk UE, bea cukai memverifikasi sertifikat kesehatan UE, microchip, dan dokumentasi rabies. Shiba Anda harus melakukan perjalanan dalam crate yang sesuai standar IATA di kabin atau sebagai kargo yang tercantum dalam manifes.

Rincian Biaya

  • Harga pembelian (kualitas peliharaan): €1.800–€3.600
  • Biaya pengiriman/agen: €1.200–€2.500
  • Vaksinasi, titer, sertifikat dokter hewan: €300–€600
  • PPN impor UE (bervariasi menurut negara, 19–27% dari nilai yang dinyatakan): €400–€900
  • Penitipan karantina di Jepang jika diperlukan: €500–€1.500

Tips Praktis

  • Gunakan rute penerbangan via Tokyo Narita atau Kansai → Helsinki, Frankfurt, atau Amsterdam, semuanya memiliki fasilitas kargo yang baik untuk hewan peliharaan.
  • Atur agen penjemputan berbahasa Inggris di bandara tujuan jika Anda tidak bisa terbang sendiri.
  • Daftarkan Shiba Anda di klub kennel nasional negara Anda (misalnya VDH di Jerman, ENCI di Italia, SKK di Swedia) menggunakan silsilah JKC — sebagian besar menerima silsilah asing secara langsung.
  • Hindari "penawaran ekspor" yang harganya di bawah €2.000 total; hampir selalu hal ini memotong biaya pada tes kesehatan atau dokumentasi.

Shiba yang diimpor dari Jepang biasanya tiba dengan sosialisasi yang baik, tanda urajiro yang kuat, dan temperamen stabil dari garis keturunan yang sudah mapan — investasi yang worthwhile bagi pembeli yang berkomitmen melestarikan keaslian ras.

Pertanyaan Lanjutan yang Sering Diajukan

  • Apakah karantina 21 hari setelah kedatangan diperlukan? Tidak, jika semua dokumen PETS beres, tidak ada karantina di UE.
  • Bisakah saya mengimpor Shiba dewasa, bukan hanya anak anjing? Ya, aturan yang sama berlaku; anjing dewasa seringkali lebih mahal tetapi melewatkan risiko masa jendela sosialisasi.
  • Negara UE mana yang paling mudah untuk impor? Jerman, Finlandia, dan Belanda memiliki infrastruktur impor hewan peliharaan yang paling berpengalaman.

FAQ

Apakah Jepang negara bebas rabies untuk tujuan impor UE?

Ya, Jepang dianggap terkendali rabies oleh UE, tetapi masa tunggu 3 bulan setelah titer rabies positif tetap berlaku untuk negara yang tidak列入.

Bisakah saya membawa dua Shiba Inu dalam crate yang sama?

Hanya anak anjing di bawah 6 bulan dari litter yang sama dengan berat gabungan di bawah 14 kg yang kadang-kadang dapat berbagi crate; jika tidak, setiap anjing memerlukan crate terpisah yang sesuai standar IATA.

Berapa lama keseluruhan proses impor berlangsung?

Dari kontak breeder hingga tiba di rumah, rencanakan 6–12 bulan, dengan masa tunggu titer rabies 3 bulan sebagai hambatan utama.

Apakah saya perlu mendaftarkan Shiba yang diimpor di klub kennel lokal?

Tidak diwajibkan secara hukum, tetapi klub berafiliasi FCI di negara UE Anda akan menerima silsilah JKC atau NIPPO untuk kelayakan breeding dan pameran.

Lanjut baca