Kehamilan dan Proses Melahirkan Shiba Inu: Panduan Lengkap untuk Peternak
Masa kehamilan Shiba Inu berlangsung sekitar 63 hari, dengan ukuran litter umumnya 2–4 anak anjing. Peternak sebaiknya memastikan kehamilan melalui USG sekitar hari ke-25–28, menyiapkan kotak melahirkan (whelping box) yang tenang pada minggu ke-7, dan memantau secara ketat terhadap komplikasi seperti distokia, yang relatif umum terjadi pada ras ini karena ukuran kepala anak anjing yang relatif besar.

Kehamilan dan proses melahirkan Shiba Inu adalah proses yang menuntut dan memerlukan penanganan langsung, termasuk perencanaan yang matang, pemeriksaan kesehatan, dan pengawasan terus-menerus. Rata-rata masa kehamilan adalah 63 hari sejak ovulasi, dan litter Shiba Inu terkenal kecil — biasanya 2 hingga 4 anak anjing, kadang-kadang 5. Karena ras ini termasuk salah satu ras spitz terkecil dari Jepang, induk betina sering melahirkan secara alami, tetapi peternak harus siap menghadapi kemungkinan operasi Caesar, karena anak anjing Shiba memiliki kepala yang proporsional besar dan distokia merupakan risiko yang diakui.
Kesehatan dan Waktu Sebelum Kawin
Pembiakan Shiba Inu yang bertanggung jawab dimulai jauh sebelum perkawinan. Baik pejantan maupun induk betina harus memiliki sertifikasi CHIC, yang berarti mereka telah menjalani pemeriksaan pinggul, tempurung lutut (patella) oleh OFA, serta pemeriksaan mata CERF/CAER terkini, ditambah skrining untuk glaukoma, hipotiroidisme, dan PRA. Keragaman genetik pada ras ini terbatas (berasal dari hanya tiga garis darah pasca-Perang Dunia II: Shinshu, Mino, dan San'in), sehingga analisis silsilah dan perhitungan COI sangat penting.
Penentuan waktu kawin menggunakan tes progesteron, bukan perkiraan. Induk betina biasanya mengalami ovulasi ketika kadar progesteron mencapai 5–8 ng/mL, dan perkawinan direncanakan 2 hari setelah lonjakan LH, dengan perkawinan kedua 48 jam kemudian. Tanpa tes yang terukur waktu, kegagalan kawin sering terjadi.
Konfirmasi Kehamilan
- Hari ke-25–28: USG mengonfirmasi kantung kehamilan dan detak jantung janin. Ini adalah metode paling awal yang dapat diandalkan.
- Hari ke-45+: Radiografi (sinar-X) menghitung rangka janin secara akurat — penting untuk memprediksi ukuran litter dan mempersiapkan persalinan.
- Hari ke-55+: Palpasi perut masih mungkin dilakukan tetapi kurang dapat diandalkan.
Tingkat kelahiran 2–4 anak anjing adalah hal yang umum, tetapi litter yang kecil membuat setiap kehilangan menjadi signifikan, sehingga keterlibatan dokter hewan sejak awal sangat penting.
Nutrisi dan Perawatan Selama Kehamilan
- Minggu ke-1–4: Pertahankan diet pemeliharaan dewasa normal. Embrio belum membutuhkan banyak nutrisi.
- Minggu ke-5–6: Beralih secara bertahap ke formula anak anjing atau semua tahap kehidupan yang berkualitas tinggi. Tingkatkan porsi makan sebesar 20–30%.
- Minggu ke-7–9: Berikan makanan dalam porsi kecil namun lebih sering (3–4 kali sehari) karena rahim menekan lambung. Banyak peternak menambahkan makanan kaya kalsium hanya di akhir kehamilan, bukan sepanjang kehamilan, untuk menghindari risiko eklampsia.
- Pertahankan olahraga ringan secara konsisten; hindari aktivitas berat setelah minggu ke-6.
Menyiapkan Kotak Melahirkan (Whelping Box)
Pada minggu ke-7, siapkan kotak melahirkan di ruangan yang tenang dan bebas angin dengan:
- Sisi padat setinggi 15–20 cm untuk mencegah anak anjing tertekan ke dinding
- Pagar pelindung (pig rail) setinggi 12 cm dari lantai untuk melindungi anak anjing agar tidak tertindih
- Alas tidur yang menyerap dan dapat dicuci (vet fleece atau alas whelping)
- Suhu ruangan sekitar 26–28°C (79–82°F) selama 2 minggu pertama
Biasakan induk betina dengan kotak ini sejak awal agar ia menerimanya sebagai tempat berlindung yang aman.
Proses Melahirkan
Tahap 1 (12–24 jam): Membuat sarang, suhu tubuh turun di bawah 38°C (100,5°F), gelisah, menolak makanan. Serviks membuka. Tahap 2 (persalinan aktif): Kontraksi terlihat, kemudian kelahiran. Anak anjing biasanya keluar setiap 30–60 menit, meskipun jeda hingga 2 jam masih bisa normal. Jika induk betina mengejan keras selama lebih dari 30 menit tanpa menghasilkan anak anjing, atau beristirahat lebih dari 2 jam di antara kelahiran, segera hubungi dokter hewan darurat — ini adalah tanda bahaya distokia. Tahap 3: Pengeluaran plasenta. Setiap anak anjing memiliki plasentanya sendiri; plasenta yang tertahan dapat menyebabkan infeksi.
Perawatan Anak Anjing Baru Lahir
- Bersihkan selaput ketuban dan gosok anak anjing dengan kuat untuk merangsang pernapasan.
- Jepit dan ikat tali pusar sekitar 2 cm dari perut.
- Pastikan setiap anak anjing menyusu kolostrum dalam 12 jam pertama untuk transfer antibodi.
- Timbang anak anjing dua kali sehari selama 2 minggu pertama; anak anjing yang sehat bertambah berat badan 5–10% dari berat badan setiap hari.
- Pengangkatan cakar kudis (dewclaw) dan pemotongan ekor (di mana legal) biasanya dilakukan pada usia 3–5 hari. Banyak negara kini melarang pemotongan ekor untuk tujuan kosmetik.
Komplikasi Umum dalam Melahirkan Shiba Inu
- Distokia akibat anak anjing yang terlalu besar atau inersia rahim
- Eklampsia (demam susu) pada induk yang menyusui banyak
- Plasenta tertahan atau metritis
- Celah langit-langit (cleft palate), sedikit lebih sering dilaporkan pada ras ini
- Sindrom anak anjing memudar (fading puppy syndrome) dalam 72 jam pertama
Kapan Menghubungi Dokter Hewan
Siapkan nomor dokter hewan darurat Anda sejak hari ke-55. Segera minta pertolongan jika induk betina menunjukkan keluarnya cairan hijau sebelum kelahiran anak anjing mana pun, mengejan keras selama lebih dari 30 menit tanpa kemajuan, atau menunjukkan kelelahan ekstrem, demam di atas 39,5°C (103°F), atau pendarahan berlebihan.
Biaya dan Komitmen
Shiba Inu yang dibiakkan secara bertanggung jawab dari induk yang telah menjalani tes kesehatan biasanya dijual dengan harga $1.400–$2.500 sebagai hewan peliharaan, $3.500–$5.000 untuk prospek show/breeding. Peternak yang bereputasi baik sering kali mendapat sedikit keuntungan setelah memperhitungkan tes genetik, USG, sinar-X, antisipasi operasi Caesar, vaksinasi, microchip, dan sosialisasi awal. Adopsi dari penyelamat tetap menjadi pilihan dengan biaya sekitar $300.
Pembiakan Shiba Inu yang sukses memberikan imbalan berupa anak anjing yang sehat dan bersosialisasi baik sebagai hasil dari persiapan yang matang — tetapi ini bukanlah usaha yang bisa dianggap enteng.
FAQ
How long is a Shiba Inu pregnant?
About 63 days from ovulation, the same as most domestic dogs. Pregnancy is often confirmed by ultrasound at 25–28 days and X-ray at 45+ days.
How many puppies do Shiba Inus usually have?
Litters are small, typically 2 to 4 puppies, occasionally 5. Shiba Inu dams are physically small (8–10 kg), which limits litter size.
Do Shiba Inus need C-sections?
Not always, but the breed has a higher-than-average rate of dystocia because puppies have proportionally large heads. Reputable breeders always have a vet on standby for whelping.
What health tests should breeding Shiba Inus have?
Both parents should hold CHIC certification, including OFA hips (the breed is around 7.6% dysplastic), patella evaluation, CAER eye exam, plus screening for glaucoma, PRA, and hypothyroidism.



