🐕ShibaWorld
Masuk

Lini Masa Kehamilan Shiba Inu: Panduan Mingguan

By Shiba World Editorial Team· Updated 25 Juni 2026· 3 menit baca

Kehamilan Shiba Inu berlangsung sekitar 63 hari (9 minggu) sejak pembuahan. Tonggak penting meliputi konfirmasi sekitar hari ke-25-28, perubahan perut yang terlihat pada minggu ke-6, dan persiapan melahirkan pada minggu ke-8. Induk biasanya melahirkan 1-5 anak anjing, dengan rata-rata tiga anak pada Shiba.

Lini Masa Kehamilan Shiba Inu: Panduan Mingguan

Kehamilan pada Shiba Inu mengikuti standar masa gestasi anjing yaitu sekitar 63 hari sejak pembuahan, meskipun kelahiran secara alami dapat terjadi kapan saja antara 58 hingga 68 hari. Karena Shiba adalah ras primitif kecil (8-10 kg), mereka cenderung memiliki jumlah anak yang lebih sedikit dibandingkan ras sedang atau besar: kebanyakan induk Shiba mengandung 1 hingga 5 anak anjing, dengan tiga ekor menjadi jumlah yang paling umum. Pelacakan per minggu membantu Anda mempersiapkan kunjungan dokter hewan, menyesuaikan nutrisi, dan menyiapkan area melahirkan sebelum kelahiran.

Minggu 1-2: Pembuahan dan Implantasi

Kawin biasanya terjadi selama 2-3 hari pada masa subur betina, yang jatuh sekitar hari ke-10-14 dari siklus birahinya. Sel telur yang telah dibuahi bergerak menuju tanduk rahim dan ditanam di lapisan rahim sekitar hari ke-16-18. Pada tahap ini, Anda tidak akan melihat tanda-tanda apapun dari luar. Lanjutkan pemberian makan dan olahraga seperti biasa, tetapi hindari vaksinasi, obat cacing, atau bahan kimia keras. Banyak peternak menjadwalkan tes progesteron sebelum kawin untuk menentukan waktu ovulasi secara tepat dan memprediksi tanggal kelahiran dengan lebih akurat.

Minggu 3: Perubahan Hormon Awal

Sekitar hari ke-21, embrio telah tertanam sepenuhnya dan mulai berkembang dengan cepat. Beberapa betina menunjukkan perubahan perilaku ringan, seperti peningkatan kasih sayang atau sedikit lesu. Nafsu makan biasanya masih normal. Sebagian besar dokter hewan merekomendasikan USG antara hari ke-25-28 untuk mengonfirmasi kehamilan, menghitung detak jantung janin, dan memperkirakan jumlah anak. Tes darah untuk hormon relaksin juga dapat mengonfirmasi kehamilan pada tahap ini.

Minggu 4-5: Konfirmasi yang Terlihat

Pada hari ke-30, dokter hewan sering kali dapat meraba kantung ketuban, meskipun hal ini menjadi lebih sulit setelah hari ke-35 karena rahim membesar. Anda mungkin memperhatikan:

  • Sedikit penambahan berat badan
  • Pembengkakan puting ringan dan warna kemerahan
  • Berkurangnya minat pada aktivitas berat
  • Keputihan jernih pada beberapa betina

Beralihlah secara bertahap ke makanan formula anak anjing atau pertumbuhan berkualitas tinggi, karena Shiba hamil membutuhkan sekitar 30-50% lebih banyak kalori pada akhir masa gestasi. Hindari suplementasi kalsium kecuali diarahkan oleh dokter hewan, karena kelebihan kalsium dapat menyebabkan betina rentan terhadap eklampsia.

Minggu 6: Perubahan Perut dan Perilaku

Perut membengkak secara terlihat, dan kelenjar susu terus berkembang. Nafsu makan meningkat tajam. Mulailah menawarkan makanan dalam porsi lebih kecil namun lebih sering untuk mencegah ketidaknyamanan akibat perut yang sesak. Rontgen setelah hari ke-50 berguna untuk mendapatkan jumlah anak anjing yang akurat dan memeriksa masalah ukuran, karena induk Shiba kecil dan setiap anak anjing bisa relatif besar saat lahir.

Minggu 7: Pertumbuhan Akhir dan Bersarang

Kerangka janin telah mengapur sepenuhnya, dan gerakan mungkin terlihat atau teraba. Banyak betina Shiba mulai "bersarang," menggaruk alas tidur dan mencari tempat yang tenang dan tertutup. Siapkan kotak melahirkan di area yang tenang dan hangat, idealnya di tempat yang sering digunakan induk. Suhu kotak yang ideal adalah sekitar 26-28°C (79-82°F) untuk minggu pertama kehidupan anak anjing.

Minggu 8: Persiapan Melahirkan

Produksi susu sering dimulai. Nafsu makan mungkin menurun untuk sementara seiring mendekatnya waktu kelahiran. Ambil suhu rektal induk dua kali sehari; penurunan di bawah 37,8°C (100°F) biasanya menandakan persalinan dalam 12-24 jam. Siapkan nomor darurat dokter hewan dan rencana transportasi, terutama karena Shiba adalah ras berisiko lebih tinggi untuk kelahiran caesar karena panggulnya yang sempit relatif terhadap ukuran kepala anak anjing.

Minggu 9: Persalinan dan Kelahiran

Tahap 1 persalinan带来了 kegelisahan, terengah-engah, dan perilaku bersarang selama 12-24 jam. Tahap 2 adalah mengejan aktif, biasanya menghasilkan anak anjing setiap 30-60 menit. Induk Shiba biasanya cepat begitu persalinan aktif dimulai, tetapi hubungi dokter hewan jika kontraksi keras berlangsung lebih dari 30 menit tanpa menghasilkan anak anjing, atau jika lebih dari 2 jam berlalu di antara kelahiran anak anjing. Siapkan handuk bersih, bulb syringe, yodium, dan bantalan pemanas.

Tips Praktis untuk Kehamilan yang Lancar

  • Jadwalkan pemeriksaan dokter hewan pada minggu ke-4, ke-6, dan ke-8.
  • Jaga olahraga betina Shiba tetap moderat; tidak ada lompatan atau permainan kasar setelah minggu ke-5.
  • Hindari situasi stres; Shiba sensitif dan mungkin menunda melahirkan jika merasa cemas.
  • Daftarkan induk ke AKC atau NIPPO jika Anda ingin mendokumentasikan silsilah.

Dengan perencanaan yang matang, kebanyakan kehamilan Shiba Inu berjalan lancar dan menghasilkan anak anjing yang sehat dan tersocialisasi dengan baik, siap untuk peran ikonik mereka sebagai pendamping yang setia dan mirip rubah.

FAQ

How long are Shiba Inu pregnant?

Masa gestasi Shiba Inu berlangsung sekitar 63 hari (9 minggu) sejak pembuahan, dengan kisaran normal 58-68 hari.

How many puppies do Shiba Inus have?

Induk Shiba biasanya berkisar antara 1 hingga 5 anak anjing, dengan tiga ekor menjadi rata-rata yang paling umum.

When can a vet confirm Shiba Inu pregnancy?

USG dapat mengonfirmasi kehamilan sekitar hari ke-25-28, dan rontgen setelah hari ke-50 memberikan jumlah anak anjing yang akurat.

Do Shiba Inus often need C-sections?

Shiba memiliki risiko caesar sedikit lebih tinggi dibandingkan banyak ras karena panggulnya yang sempit dan ukuran kepala anak anjing yang relatif besar, sehingga perencanaan dengan dokter hewan berpengalaman sangat penting.

Lanjut baca